ziddu.com

Tampilkan postingan dengan label studi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label studi. Tampilkan semua postingan

Senin, April 19, 2010

metlit

pada pembahasan hari ini kita akan berbicara mengenai data. data merupakan sebuah output dari penelitian yang kita teliti. data terbagi atas dua macam, yang pertama adalah data primer dan yang kedua adalah data sekunder. data primer dapat diartikan sebagai data yang didapatkan secara langsung dari sumber utama, contohnya observasi dan wawancara. sementara itu yang dimaksudkan data sekunder adalah data yang didapatkan tidak secara langsung. misalkan kita mendapatkannya melalui literatur maupun pustaka.

pembahasan lanjutan kita hari ini adalah bentuk data dalam sebuah penelitian. disini ada dua macam data, data kualitatif dan kuantitatif. data kualitatif biasanya berbentuk tulisan, baik narasi atau pendeskripsian peneliti dalam penelitiannya di lapangan. sementara kalau kita berbicara data kuantitatif biasanya berbentuk data statistik atau berbentuk angka-angka atau numerik.

Minggu, Februari 21, 2010

metlit 17 February 2010

Abdi Saputra

4115 08 3278


metlit 17 February 2010


dalam kuliah ini yang menjadi awal pembahasan adalah mengenai tentang variabel penelitian, variabel penelitian diartikan sebagai gejala yang bervariasi yang diambil dari kata variabel. Atau dalam pengertian lain variabel adalah suatau atribut atau tanda yang dianggap mencerminkan atau mengungkapkan pengertian atau bangun pengertian. Mengungkapkan pengertian disini adalah mengungkapkan sesuatu yang sederhana sehingga jawaban yang diperoleh pasti dan tidak memerlukan waktu kajian yang cukup lama dan butuh literatur yang banyak juga, sebaliknya bangun pengertian adalah pengungkapan sesuatu dengan hasil pemikiran yang mendalam dan jawaban tentunya tidak akan singkat. Lalu selanjutnya variabel mempunyai nilai-nilai yang berbeda-beda, disini bisa dicontohkan seperti tinggi badan, kelas sosial, jenis kelamain dan indeks kecerdasan. Jika penelitian kuantitatif berorientasi pada variabel atau hasil maka penelitian kualitatif pada proses.


Selanjutnya kita akan membahas tentang klasifikasi variabel, dimana jenis dari klsifikasi variabel antara lain, variabel kategorik, lalu variabel dikotomi dan yang terakhir variabel kontinyu. Kita awali dengan variabel kategorik, variabel kategorik adalah atribut yang menjadi dasar klasifikasi variabel, bisa kita ambil contoh disini pekerjaan pokok ayah, daerah tempat tinggal, sekolah tempat belajar, dan bahasa dirumah. Bisa dikatan variabel jenis ini akan menimbulkan banyak jawaban. Yang kedua adalah variabel dikotomi, variabel kategorik yang paling sederhana, karena tidak menimbulkan jawaban yang banyak, atau pilihan yang sedikit. Contohnya seperti ini, pria-wanita, lulus-tidak lulus, tinggi-pendek. Dan yang terakhir adalah variabel kontinyu, dalam variabel ini memuat nilai-nilai dalam satu rentetan yang tak terbatas, seperti tinggi badan, berat badan, usia dan jarak. Dalam variabel ini tidak boleh menggunakan alat ukur yang terpatok.


Macam-macam variabel antara lain ada yang dinamakan variabel bebas dan yang kedua adalah variabel terikat. Dalam korelasinya variabel bebas biasanya dengan simbol “ x “ dimana dia yang mempengaruhi dan terikat dengan simbol “ y “ dia yang dipengaruhi. Keduanya di uji dengan metode korelasional. Hubungan antara kontribusi atau kausalitas. Bedanya jika kontribusi kita hanya melihat seberapa banyak x dapat mempengaruhi y, sedangkan kausalitas dengan menggunakan eksperimen kita mencari sebab dan mengukur akibat. Selain itu juga ada yang dinamakan variabel pengganggu, yang biasanya terjadi pada eksperimen.


Masalah penelitian yaitu persoalan-persoalan penelitian dibidang pendidikan adalahpertanyaan-pertanyaan tentang keadaan dilapangan pendidikan. ada beberapa hal yang menjadi nilai kelayakan masalah, yang pertama idealnya masalah tersebut hendaknya merupakan masalah yang pemecahannya akan memberikan kepada bangunan pengetahuan dibidang pendidikan, harus ada kesinambungan antara penelitian dan manfaat untuk pendidikan. Yang kedua persoalan tema yang diangkat idealnya adalah perasoalan baru, jangan yang sudah diteiliti orang lain. Selanjutnya persoalan terebut harusnya merupakan persoalan yang dapat diteliti. Yang terakhir persoalan itu harus sesuai bagi peneliti, misalkan menarik bagi peneliti, sesuai dengan bidang peneliti, dapat dilaksanakan peneliti dan yang terakhir waktu penelitian tersedia, jangan sampai kita tidak memiliki waktu untuk meneliti tersebut.

metlit 10 feb 2010

Abdi saputra

4115 08 3278

Metlit 10-02-10


Dalam tahap penelitian ada beberapa komponen yang harus diperhatikan, yang pertama adalah memilih masalah. Dalam menentukan masalah ini ada factor-faktor yang perlu diperhatikan, antara lain adalah pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian ini harus didasarkan pada teri pendukung, kita harus memiliki literature atau handbook buku pegangan wajibnya. Yang kedua adalah tahap analisis, dalam poin ini kita harus lebih spesifik akan pada penelitian yang akan kita teliti, harus diasarkan pada literature yang ada, dalam tahap analisi ini kita juga sudah mulai memetakan konsep yang ada.
Tujuan ilmu pengetahuan itu ada beberapa tujuan yang ada, yang pertama adalah tujuan deskriptif, tujuan deskriptif ini dimana ilmu pengetahuan itu menggambarkan, atau secara substansi. Yang kedua adalah eksplanatori, yang ilmu pengetahuan itu memiliki tujuan menjelaskan atau menghubungkan, atau bias disebut adanya asas kausalitas atau sebab akibat. Yang ketiga ilmu pengetahuan itu memiliki tujuan prediktif, ilmu tujuannya untuk menduga apa yang akan terjadi. Jadi misalkan terjadi sebuah fenmena maka kita dapat memprediksi fenomena ini akan menghasilkan fenmena yang lain.
Ada tiga macam Kebenaran ilmiah yaitu, kebenaran kherensi atau disebut juga deduktif, yang berisikan tentang sesuai dengan teori yang ada. Selanjutnya ada yang dinamakan kebenaran korespndensi atau induktif yaitu melihat dari adanya fakta yang ada. Dan yang terakhir adalah kebenaran pragmatis, kebenaran berdasarkan nilai praktis atau kegunaan saja.
Ada beberapa sumber masalah penelitian, yaitukita bias lihat dari pengalaman, pengalaman siapa saja dan bleh dari buku atau literature. Selanjutnya deduksi dari teori dan yang terakhir aalah literature yang relevan, jangan mengambil yang kontemporer atau mudah basi.

Minggu, Februari 07, 2010

Metode penelitian tanggal 3 februari

Metode penelitian tanggal 3 februari
Dalam metode penelitian ada beberapa poin yang harus diperhatikan, yang pertama ada sumber pengetahuan yang pertama adalah pengalaman dimana pengalaman adalah sumber pengetahuan yang paling tua, setiap orang memiliki pengalaman berbeda dengan sudut pandang yang berbeda pula atau bias disebut juga subyektif. Dimana pengalaman mempunyai alat untuk menangkap respon melalui panca indra. Poin kedua dari sumber pengetahan adalah otoritas atau wewenang. Orang tentu akan percaya pada orang yang memiliki otoritas penuh pada masyarakat. Misalkan kepercayaan masyarakat pada tokoh agama seperti kiai atau ustad, ataupun filsuf terkenal seperti Aristoteles dan lainnya tanpa mempertanyakan sejauh mana kebenaran dari hasil pemikiran mereka. Yang ketiga adalah cara berfikir deduktif, cara ini bias disebut juga dengan silogisme, namun ada kekurangan dalam cara berfikir deduktif ini karena menarik kesimpulan premis atau mayor haruslah benar, jika tidak maka kesimpulan akan salah. Yang keempat adalah cara berfikir induktif dimana teori ini kebalikan dari deduktif, yaitu fakta terlebih dahulu dan baru teori. Dan yang kelima atau terakhir dari sumber pengetahuan adalah pendekatan ilmiah, yaitu komparasi atau gabungan dari teori berfikir deduktif dan induktif.
Selanjutnya langkah-langkah pendekatan ilmiah, yang pertama adalah perumusan masalah, tidak mungkin kita akan memulai suatu penelitian bila tidak ada masalah yang akan kita teliti. Yang kedua adalah, pengajuan hipotesis. Pengajuan hipotesis diajukan setelah perumusan masalah, dan menjadi jawaban sementara dari masalah yang diajukan. Yang ketiga ada cara berpikir deduktif, dimana disini adalah proses pengumpulan teeori-teori yang berkaitan erat dari masalah yang diteliti. Yang keempat ada pengumpulan dan analisis data, dan yang terakhir adalah penerimaan atau penolakan hipotesis. Dalam pengujian hipotetis haruslah bersikap netral, jangan ada kesimpulan sebelum ada penelitian dan tidak ada berprasangka.
Pengertian dari hakikat ilmu adalah pengetahuan yang dapat dipercaya. Pengetahuan yang ilmiah. Ilmu adalah serangkaian konsep dan skema konseptual yang saling berkaitan dan yang berkembang sebagai hasil eksperimen dan pengamatan serta yang bermanfaat bagi eksperimen selanjutnya.
Asumsi ilmuwan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain yaitu, pertama kejadian yang diteliti bersifat taat hokum atau tertib, ada hokum kausalitas atau sebab dan akibat. Yang kedua kebenaran ilmu pada akhirnya diperoleh secara tuntas hanya dari pengamatan langsung.
Selain asumsi ilmuwan ada hal yang menjadi sikap para ilmuwan, yang pertama ilmuwan itu harus bersikap skeptic, yaitu ilmuwan sangsi atau ragu sehingga memunculkan sikap tidak puas pada hanya satu informasi yang didapat dan tidak mudah percaya. Yang kedua ilmuwan haruslah objektif, apa adanya dan tidak berpatokan pada apa yang ia yakini. Yang ketiga adalah berrorientasi pada fakta bukan nilai (value). Dan yang terakhir adalah sistematik, tidak boleh memahami informasi secara sepotong-sepotong, atau ada yang dipisahkan dan focus.
Teori memiliki definisi yaitu suatu himpunan pengertian (construct/concept) yang saling berkaitan, batasan serta proposisi yang menyajikan pandangan yang sistematis tentang gejala-gejala dengan jalan menetapkan hubungan yang ada diantara variable-variabel dengan tujuan untuk menjelaskan serta meramalkan gejala-gejala tersebut.
Macam-macam teori antara lain, teori induktif yang teori ini berdasarkan fakta dan teori deduktif atau hipotesis yang berpatokan pada penyertaan umum. Kegunaan teori itu sendiri yaitu meringkas dan menyusun pengetahuan, menjelaskan dan member arti hasil penelitian, member keterangan sementara tentang peristiwa yang diamati, meramal gejala yang akan terjadi dan yang terahir merangsang perkembangan pengetahuan yang baru.
Teori itu sendiri memiliki beberapa cirri-ciri, cirri-ciri teori antara lain yang pertama teori harus dapat menerangkan fakta, yang kedua teori harus konsisten dengan fakta, yang ketiga teori harus memberi cara pembuktian kebenarannya dan terakhir teori harus merangsang penemuan baru.
Dalam pengertiannya hakikat penelitian adalah penelitian dapat dirumuskan sebagai penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian suatu masalah. Ini adalah cara untuk mendapatkan informasi yang berguna dan dapat dipertanggungjawabkan serta tujuannya adalah untuk menemukan jawaban terhadap persoalan yang berart, melalui penerapan prosedur-prosedur ilmiah.
Tahap-tahap penelitian yang pertama adalah memilih masalah, yang kedua adalah tahap analisis, yang ketiga adalah memilih strategi penelitian dan mengembangkan instrument penelitian, yang keempat mengumpulkan dan menafsirkan data serta yang kelima melaporkan hasil penelitian tersebut.

Kamis, Oktober 01, 2009

ekonomi politik

Latar Belakang Lahirnya Ekonomi Politik

Ilmu ekonomi politik bisa dianggap sebagai disiplin ilmu baru dan bisa juga disebut sudah tua, disebut baru karena di Indonesia sendiri ilmu tersebut bau diajarkan dalam dua decade terakhir, lalu dusdah tua karena telah di bahas oleh filsuf seperti Aristoteles. Ekonomi politik lebih berkembang pada abad ke-14 saat transisi raja ke para saudagar atau dikenal dengan era merkantilisme. Praktik yg dilakukan para saudagar(merchant( yg sangat merugikan kaum petani tidak disukai oleh Francis Quesnay,yg disebut pandangan Fisiokratisme.

Ilmu ekonomi politik baru memperoleh bentuk pada pertenganhan abad 18 dituislnya The Wealth of Ntaions oleh Adam Smith pada tahun 1776. Pakar ekonomi klasik yang paling awal mengenbangkan disiplin ilmu ekonomi politik adalah David Ricardo. Lalu juga ada Thomas Malthus dan john stuart mill.

Ilmu ekonomi dengan ilmu politik semakin rukun berkat karya Kenneth Arrow, Mancur Olson, William Riker, james Buchanan dan Gordon Tullock. Mereka mengembangkan apa yang disebut ekonomi politik baru dengan dua macam : teori pilihan rasional dan teori pilihan public. Penggunaan metode analisis ekonomi politik dikembangkan lebih lanjut oleh pakar-pakar ekonomi yang tergabung dalam aliran institusional(Dorodjatun Kuntjoro jakti, 1991)

Lembaga-lembaga Ekonomi dan sitem Ekonomi Politik

Ilmu ekonomi pada intinya mengajarkan bagaimana mansuia atau sekelompok manusia membuat pilihan-pilihan terbaik, seperti yg dikemukakan oleh Paul Samuelson “ilmu ekonomi ialah studi mengenai bagaiman orang dan masyarakat memilih, dengan atu tanpamenggunakan uang untuk memanfaatkan sumber-sumber daya produktif yang langka demi memproduksi berbagai komoditi dari waktu kewaktu dan mendistribusikannya untuk dikonsumsi, saat ini maupun di masa depan, oleh berbagai orang dan kelompok dalam masyarakat.”

Inti masalah ekonomi adalah kelangkaan(scarcity),ada empat masalah utama ekonomi yaitu, alokasi, produksi, distribusi dan konsumsi. Masalah alokasi terkait dengan penjatahan sumber daya yg ada, lalu produksi tentang pengolahan menjadi sebuah barang dengan nilai guna, distribusi dengan transportasi dan konsumsi akan kepuasan konsumen yg tiada habis.

Lembaga-lembaga Ekonomi

Dalam pengalokasian sumber daya dan pendistribusian hasil-hasil produksi untuk konsumsi, ada beberapa lembaga ekonomi yang perlu diketahui, yaitu: altirisme, anarki, pasar, dan pemerintah. Alturisme adalah pola alokasi dan distribusi atas dasar system dan hubungan pemberian timbale balik-saling membantu. Lalu anrki adalah pola alokasi dan distribusi tanpa disertai hokum dan aturan, yang lebih banyak mengandalkan kekuatan dan kekuasaan. Jika perlu dalam upaya memperebutkan sumber daya yang langka akan ditambahdengan sifat licik dan penipuan.

Lembaga ketiga yg lebih baik sekaligus lebih efisien untuk mengalokasikan sumber daya adalah penggunaan mekanisme pasar. Melalui pasar, alokasi sumber daya dilakukan dengan kekuatan permintaan dan penawaran. Dan lembaga terakhir yang digunakan untuk mengalokasikan sumber daya mendistribusikan hasil-hasil produksi untuk konsumsi adalah pemerintah.

System-sistem Ekonomi Politik

Kinerja perekonomian suatu Negara ditentukan oleh banyak factor, anatara lain yaitu: 1. Kebijaksanaan-kebijaksanaan ekonomi yang dijalan kan pemerintah, 2. Lingkungan dimana perekonomian tersebut beroperasi,dan 3. System ekonomi politik yang digunakan.

Menurut Gregory dan Stuart, system ekonomi mencakup mekanisme, pengaturan pengorganisasian, dan aturan-aturan untuk membuat dan melaksanakan keputusan-keputusan tentang alokasi sumber daya yang terbatas jumlahnya. Dan perbedaan definisi sebagai berikut:

1. Organisasi pengaturan pengambil keputusan

2. Mekanisme penyebaran informasi dan kordinasi

3. Hak kepemilikan kekayaan produktif

4. Mekanisme penetapan berbagai tujuan dan system intensif

Klasifikasi pertama, yaitu organisasi pengaturan pengambil keputusan, suatu perekonomian disebut terpusat(centralized) atau otoritas terpusat. Sebaliknya system terdesentralisasi(decentralized) jika keputusan ekonomi dipegang oleh unit-unit ekonomi yang lebih rendah.

Klasifikasi yg ke dua ada dua macam mekanisme yg dapat digunakan yaitu mekanisme perencanaan dan mekanisme pasar. Untuk klasifikasi yang ketiga ada tiga kemungkina yang pertama kekuasaan berada di privat maka terjadi system kapitalisme, lalu yang kedua kekayaan produktif milik public, dan yang ketiga milik kolektif atau kooperatif.

Klasifikasi terakhir untuk menggerakkan orang atau atau unit ekonomi agar melakukan aktivitas ekonomi bisa digunakan intensif materi atau moral.

Table klasifikasi system-sistem ekonomi

klasifikasi

kapitalisme

Sosialisme pasar

sosialisme

Organisai pengaturan

Pengambilan keputusan

Lebih terdesentralisasi

Lebih terdesentralisasi

Lebih terpusat

Mekanisme penyebaran informasi & koordinasi

Lebih ditentukan oleh pasar

Lebih ditentukan oleh pasar

dominan

Pemilik kekayaan produktif

Dominan privat

Dominan Negara dan/kolektif

Dominan negara

System intensif

Dominan materi

Materi dan moral

Materi dan moral

Kaitan antara Ekonomi dan Politik

Ekonomi

Arti atau istilah ekonomi bisa kita definisikan pertama, ada yang memaknai ekonomi sebagai cara melakukan sesuatu, seperti dalam istilah ekonomis atau kalkulasi ekonomi yang konotasinya adalah efisiensi. Kedua,ada yang memaknai ekonomi sebagai aktivitas untuk mendapatkan yang di inginkan. Ketiga, ekonomi sebagi institusi seperti ekonomi pasar atau ekonomi komando.

Politik

walau konseppolitik tidaklah sejelas konsep ekonomi,konsepsi politik banyak sekali. Ada yang mengartikan politik sebagai “siapa yang mendapat apa,kapan,dan bagaimana”(lasswell,1936): “perjuangan untuk mendapatkan kekuasaan”(Morgenthau,1960): “seni dan ilmu tentang pemerintahan”.

Jika politik diartikan sebagai pemerintah, politik adalah mesin politik formal Negara secara keseluruhan. Jadi politik disini mencakup semua aktifitas proses dan struktur pemerintah.

Jika politik diartikan sebagai public, politik merujuk pada periastiwa-peristiwa yang melibatkan banyak orang. Jika politik diartikan sebagai otoritas pengalokasian, arti politik dan ekonomi menjadi mirip sebab keduanya dimaksudkan sebagai metode alokasi.

Definisi Ekonomi Politik

Hubungan antara ekonomi dan politik bisa bermakna eksplanatori(menjelaskan bagaimana keduanya terkait) dan juga bersifat normative(bagaimana seharusnya sifat perkaitan di antara kedua disiplin ilmu tersebut)

Dari buku yang ditulis Martin Staniland What a Political economy makna dari ekonomi politik yaitu: sebuah studi tentang teori social dan keterbelakangan. “mengacu pada masalah dasar dalam teori social: hubungan antara politik dan ekonomi. Isu ini memiliki dua sisi baik eksplanotori maupun normative. Isu ini menimbulkan pernyataan mengenai bagaimana kedua proses tersebut saling terkait dan mengenai bagaimana seharunya mereka terkait”

Menurut Caporao & Levine pada awalnya ekonomi politik dimaksudkan untuk memberikan saran mengenai pengelolaan masalah-masalah ekonomi kepada para penyelenggara Negara. Albert O . Hirschman dalam Essay in Tresparing: Economics to Politics and Beyond, ekonomi politik memang merupakan penjajahan dari ilmu ekonomi kedalam ilmu politik. Sebagai salah satu disiplin ilmu yang lebih kompherenshif, ekonomi politik lahir dari berbagai upaya yang dilakukan untuk menemuakn sinergi, mengisi kekosongan yang tidak dijumpai dalam satu disiplin ekonomi atau disiplin politik saja.

Sebagian ekonom terutrama aliran neoklasik, umumnya menilai bahwa pendekatan ekonomi politik ini lebih interior disbanding pendekatan analisis ekonomi murni dalam upaya memahami peristiwa ekonomi, proses ekonomi maupun perilaku actor-aktor atau factor ekonomi.

Cakupan Ilmu Ekonomi

Ekonomi politik merupakan kajian yang sangat kompherenshif, membahas banyak segi dan bersifat interdidipliner,tidak hanya melibatkan ilmu ekonomi dan politik, tetapi kadang-kadang juga ilmu social, budaya, hokum dan psikolog. Karena sifat kajian yang bersifat interdisipliner masalah barupun timbul kita semakin sukar menetukan batasan-batasan kajian dan dengan sendirinya juga sulit membangun teori dan konsep yang relevan dalam pembahasan suatu persoalan. Stainland “ di masa-masa sekarang ini,aktifitas pembangunan teori menjadi lebih rumit dikarenakan peningkatan keterlibatan pemerintah dalam kehidupan perekonomian, bertambahnya kompleksitas dalam hubungan ekonomi internasional, dan tekana pembangunan di Negara dunia ketiga”

Joe Oppenheimer “ setelah ekonom Keynesian mempersilakan peran politisi dalam perekonomian, teori ekonomi tidak lagi tertutup untuk variable-variabel politik.

Kaitan Ekonomi Politik dengan Kebijakan public

Disiplin ilmu ekonomi politik dimaksudkan untuk membahas keterkaitan antara berbagai aspek, proses, dan isntitusi politik dengan kegiatan ekonomi seperti produksi, investasi, pembentukan harga, perdagangan, konsumsi, dan lain sebagainya. Pembahasan ekonomi politik jelas terkait erat dengan kebijakan public mulai dari proses perancangan, perumusan, system organisasi, dan implementasi kebijakan public tersebut (arifin & rachbini)

Model-model ekonomi politik

Bagi kelompok ini studi ekonomi politik lebih sebagai tinjauan ekonomi atas berbagai kebijaksaan public yang dilakukan pemerintah. Kelompok ekonomi politik baru aliran ini berasal dari ekonomi politik neoklasik. Mereka ingin mengaplikasikan asumsi-asumsi, bahasa, maupun logika ekonomi neoklasik kedalam perilaku politik, bahkan pada seluruh rentangan pembuatan keputusan public maupun privat. Tekanan utama diberikan pada pasar(market), sedangkan pada versi ekonomi politik sosialis tekanan diberikan pada kekuasaan.

Anatara “isi” dan “konteks”

Hubungan sistematis antara ekonomi dan proses politik tersebut dapat dilihat dari tiga kemungkinan, pertama model ekonomi politik deterministic, kedua model ekonomi politik interaktif dan ketiga hubungan perilau yang berlanjut antara ekonomi dan politik.

Kelebihan model interaktif adalah bahwa model ini mampu memuaskan kebutuhan intelektual akan sifat kompherenshif sehingga kita dapat mengembangkan abstraksi realitas social yang sarat dengan komplikasi dan ambiguitas. Staniland menyimpulkan bahwa ekonomi politik bukan sekedar selera akademis sesaat. Sebaliknya ekonomi politik mengepresikan suatu upaya yang kontinu untuk membuat realitas yang begitu sulit dan rumit menjadi lebih sederhana. Hubungan yang sistematis antara peristiwa ekonomi dengan proses politik atau tidak, apakah teori yang dimaksud diberi label ekonomi politik atau tidak, adalah masalah kedua. Yang penting aialah teori tersebut dapat dijelaskan secara empiris atau tidak.

Menurut staniland proses pembangunan suatu Negara mungkin mengikuti salah satu dari kelompok berikut ; 1.liberalisme ortodoks 2. Kritik social liberalism 3a.ekonomisme dan 3b.politisme

Model liberalisme ortodoks memandang bahwa individu baik dilihat dari kepentingan maupun perilakunya lebih berperan. Model kritik social liberalism individu bertindak terpisah dari mayarakat. Metode kolektivitasme yang membutuhkan penjelasan social lebih lanjut dibagi atas perbedaan yang diterima oleh masyarakat dan Negara, yaitu ekonomisme dan politisme.

Pendekatan Politik Ekonomi atau Ekonomi Politik?

Menurut staniland pembaruan antara ilmu ekonomi dan ilmu politik bisa menghasilkan salah satu dari dua metode analisis berikut; 1. Metode analisis politik ekonomi yaotu penerapan cara pendekatan yang berasal dari terori poltik untuk memahamipermasalahan ekonomi. 2. Metode analisis ekonomi politik yaitu penerapan cara pendekatan yang bersumber dari teori ekonomi untuk memahami permasalahan politik.

Dalam metode analisis politik ekonomi teori politik dimanfaatkan untuk memahami berbagai permasalhan ekonomi,sebab berdasar teori ekonmi belaka tak mampu menerangkan secara memuaskan bagaimana suatu peristiwa ekonomi terjadi, bagaimana suatu proses ekonomi muncul atau bagaimana perilaku actor ekonomi dalam menghadapi proses atau peristiwa ekonomi tertentu.

Ekonomi Politik : Positif atau Normatif?

Pada awalnya ekonomi politik lebih bersifat historis dan normative ketimbang positif. Dari kajian yang awalnya lebih bersifat historis kemudian timbul keinginan untuk menjadikan ekonomi politik sebagai disiplin ilmu yang normative. Keinginan untuk menjadikan ekonomi politik sebagai disiplin ilmu yang bersifat normative adalah karna pakar-pakar ilmu social melihat begitu banyaknya kelemahan yang dijumpai dalam pendekatan ekonomi murni dari aliran ekonomi posiitif. Akan tetapi dengan semakin dikembangkannya metodologi ekonomi mikro oleh pakar neoklasik, ekonomi politik baru dari neoliberalisme maka akhir-akhir ini ekopol kembali mengarah ke disiplin ilmu positif.

Berbeda dengan bidang ilmu ekonomi atau ilmu politik, ilmu ekonomi politik positif menekankan perilaku ekonomi dalam proses-proses dan perilaku politik dipasar ekonomi. Studi ini terkait dengan upaya menjawab dua pertanyaan. Pertama bagaiman perbedaan yang diamati diantara institusi-institusi mempengaruhi hasil ekonomi dan politik diberbagai system social,ekonomi, dan politik. Kedua bagaimana institusi itu sendiri di pengaruhi oleh kepercayaan-kepercayaan ,preferensi dan strategi individu dan kolektif? Pertanyaan pertama adalah tentang keseimbangan dalam institusi sedangkan pertanyaan kedua adalah tentang institusi sebagai equlibra.

Rabu, September 16, 2009

MODEL-MODEL DEMOKRASI

Model-model Demokrasi Menurut Held

Model Demokrasi

Prinsip-prinsip Penilaian

Model I

Demokrasi Klasik

Warga negara seharusnya menikmati kesetaraan politik agar mereka bebas memerintah dan diperintah secara bergilir.

Model IIa

Republikanisme Protektif

Partisipasi politik merupakan sebuah kondisi yang penting bagi kebebasan pribadi; jika para warga negara tidak menguasai mereka sendiri, mereka akan didominasi oleh orang lain.

Model IIb

Republikanisme dan perkembangan

Para warga negara harus menikmati persamaan politik dan ekonomi agar tak seorang pun yang dapat menjadi penguasa bagi yang lain dan semuanya dapat menikmati perkembangan dan kebebasan yang sama dalam proses tekad diri bagi kebaikan bersama.

Model IIa

Demokrasi Protektif

Para penduduk membutuhkan perlindungan dari para pemimpin, begitu pula dari sesamanya, untuk memastikan bahwa mereka yang memimpin melaksanakan kebijakan-kebijakan yang sepadan dengan kepentingan-kepentingan secara keseluruhan.

Model IIIb

Demokrasi Developmental

Partisipasi dalam kehidupan politik penting tidak hanya bagi perlindungan kepentingan individu, namun juga bagi pembentukan rakyat yang tahu, mengabdi dan berkembang. Keterlibatan politik penting bagi peningkatan kapasitas individu ’yang tertinggi dan harmonis’.

Model IV

Demokrasi Langsung dan Akhir dari Politik

’Pembangunan yang bebas dari semuanya’ hanya dapat diraih dengan ’pembangunan yang bebas dari setiap orang’. Kebebasan membutuhkan berakhirnya eksploitasi dan terutama kesetaraan politik dan ekonomi yang benar-benar lengkap; hanya kesetaraan yang dapat menjamin keadaan-keadaan yang diperlukan untuk merealisasikan kemampuan manusia sehingga ’setiap orang dapat memberi’ sesuai dengan kemampuannya dan ’menerima apa yang mereka butuhkan’.

Model V

Demokrasi Kompetisi Elite

  • Metode pemilihan elite politik yang terampil dan imajinatif yang mampu mengambil keputusan-keputusan yang diperlukan dalam legislatif dan administratif.
  • Hambatan bagi kepemimpinan politik yang berlebihan.

Model VI

Pluralisme

Menjamin pemerintahan oleh minoritas dan, dengan demikian, kebebasan politik penghambat tumbuhnya faksi-faksi dengan kekuasaan berlebihan dan negara yang tidak responsif.

Model VII

Demokrasi Legal

Prinsip mayoritas merupakan sebuah cara yang efektif dan selalu diperlukan untuk menjaga individu-individu dari kesewenang-wenangan pemerintah dan mempertahankan kebebasan. Namun, bagi kehidupan politik, seperti kehidupan ekonomi, untuk menjadi kira-kira inisiatif dan kebebasan individu, kekuasaan mayoritas harus dibatasi oleh peraturan hukum. Hanya di bawah kondisi-kondisi tersebut, prinsip mayoritas dapat berfungsi dengan pantas dan bijak.

Model VIII

Demokrasi Partisipatif

Sebuah hak yang sama pada kebebasan dan pengembangan diri hanya dapat diperoleh dalam sebuah ’masyarakat partisipatif’, sebuah masyarakat yang membantu perkemangan sebuah keampuhan kolektif dan menyumbangkan pada formasi warga negara yang berpengetahuan yang mampu menerima sebuah kepentingan tetap dalam proses memerintah.

Model IX

Demokrasi Deliberatif

Persyaratan kelompok politik yang dilakukan dengan kesepakatan wagra negara yang bebas dan berdasarkan pada nalar. Kemampuan ”justifikasi mutual” keputusan politik merupakan dasar utama untuk mencari solusi permasalahn kolektif.

Model Xa

Otonomi Demokrasi

Orang-orang atau masyarakat harus menikmati hak yang setara dan selanjutnya, kewajiban yang setara dalam spesifikasi kerangka kerja politik yang menciptakan dan membatasi kesepakatan-kesepakatan yang disediakan oleh masyarakat; yaitu artinya, mereka harus bebas dan setara dalam menentukan kondisi kehidupan mereka sendiri, selama mereka tidak menyebarluaskan kerangka kerja ini untuk mengingkari atau menyangkal atau melanggar hak-hak orang lain.

Model Xb

Demokrasi Kosmopolitan

Dalam dunia yang penuh dengan hubungan global dan regional yang semakin intensif, dengan ’komunitas nasib’ yang saling melengkapi, prinsip otonomi membutuhkan sebuah penegakan dalam jaringan-jaringan regional dan global maupun pemerintahan lokal nasional.

Minggu, April 19, 2009

reformasi

1.adili suharto dan krono-kroninya
2.laksanakan amandemen UUD45
3.penghapusan dwi fungsi abri
4.pelaksanaan otonomi daerah seluas-luasnya
5.tegakkan supremasi hukum
6.ciptakan pemerintahan yang bebas KKN

manajemen berbasis sekolah





M B S

(manajemen berbasis sekolah)




abdi saputra

no reg:4115 08 3278



manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah merupakan alternatif baru dalam peningkatan mutu pendidikan yang lebih menekan kan pada kemandirian dan kreatiitas sekolah. Konsep ini diperkenalkan oleh teori effektif school yang lebih memfokuskan pada perbaikan proses pendidikan. Beberapa indikator yang meninjukkan karakter diri konsep manajemen ini antara lain:

      1. lingkungan sekolah yang aman dan tertib

      2. sekolah memiliki misi dan target mutu yang ingin dicapai

      3. sekolah memiliki kepemimpinan yang kuat

      4. harapan yang tinggi dari anggota sekolah untuk berprestasi

      5. adanya pengembangan staff sekolah yang terus menerus sesuai tuntutan IPTEK

      6. adanya pelaksanaan evaluasi terhadap akademik dan administrasi


tujuan MBS

      1. individu yang kompeten terlibat dalam pengambilan keputusan

      2. anggota komunitas sekolah punya hak suara

      3. fokus pada pertanggungjawaban

      4. kreatifitas dalam perencanaan program

      5. adanya pengaturan ulang SDM

      6. alokasi anggaran lebih realistis


Prinsip-prinsip MBS


sekolah memiliki tanggungjawab untuk mengelola dirinya sendiri berkaitan dengan permasalahan administrasi, keuangan dan fungsi setiap personil sekolah.

Prinsip pengelolaan kualitas total:

  1. perhatian harus ditekanakan kepada proses dengan terus-menerus mengumandangkan peningkatan mutu

  2. kualitas/mutu ditentukan oleh pengguna jasa sekolah

  3. prestasi harus diperoleh melalui pemahaman visi bukan dengan pemaksaan aturan

  4. sekolah harus menghasislkan siswa yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, sikap arief bijaksana, berkarakter, dan memiliki kematangan emosional


MBS menurut Dr JC Tukiman Taruna, seorang pakar pendididkan dalam implementasinya secara ideal mensyaratkan beberapa hal:

  1. peningkatan kualitas MBS yang terlihat melalui transparansikeuangan, perencanaan partisipatif dan akuntabilitas

  2. peningkatan pembelajaran melalui PAKEM

  3. peningkatan peran serta masyaraakat melalui banyaknya kepedulian masyarakat terhadap sekolah


indikator keberhasilan MBS


1. lingkungan sekolah yang aman dan tertib

2. sekolah memiliki misi dan target mutu yang ingin dicapai

3. sekolah memiliki kepemimpinan yang kuat

4. harapan yang tinggi dari anggota sekolah untuk berprestasi

5. adanya pengembangan staff sekolah yang terus menerus sesuai tuntutan IPTEK

      1. adanya pelaksanaan evaluasi terhadap akademik dan administrasi

      2. adanya komunikasi dan dukungan intensif dari orang tua murid dan masyarakat











daftar pustaka


Nurkolis.2003.Manajemen berbasis sekolah,Jakarta:Grasindo

Subakir,supriono.2001.Manajemen berbasis sekolah,Jakarta:SIC

Hmaid,edi suandi.2004.Memperkokoh otonomi daerah,Jakarta:UII press

Sagala,syaiful.2004. Manajemen berbasis sekolah dan masyarakat,Jakarta:Nimas multima

Fattah,nanang.2004.konsep Manajemen berbasis sekolah daerah.Jakarta:pustaka bani quraisy

Ghufron,anik.Pengembangan model Manajemen berbasis sekolah,Yogyakarta:Lembaga Penelitian, Universitas Negeri Yogyakarta

Jaya,cipta.2004.Program Manajemen berbasis sekolah,Jakarta:Cipta jaya

linkrakyat

abdi saputra

Rabu, Januari 14, 2009

tugas ilmu politik

Tugas
Dasar-dasar Ilmu Politik

Nama : Abdi saputra
No reg : 4115083278


TERPENJARANYA HAM
HAM sebuah hak ataukah pemberian?. Selama ini kita melihat HAM sebagai hak mutlak manusia, tetapi pada kenyataannya HAM sangat disepelekan sebagian orang. Baik mereka yang menginjak hak orang lain ataupun manusia yang di injak-injak haknya. Mereka hanya sebagian yang mengerti hak apa saja yang dimilikinya, dan yang mengerti itu belum tentu meminta haknya, ini menjadi sebuah dilema yang besar apabila dibiarkan berlarut-larut. Kita sudah terlalu lama di bungkam oleh otoriter pemerintahan, sehingga kita saat ini adalah orang-orang yang bisu, orang-orang yang tidak berani menuntut haknya. 10 Desember ditetapkan sebagai hari HAM sedunia, ini merupakan awal yang bagus agar ada sebuah wadah, yang dapat menampung setiap kasus mengenai HAM itu sendiri. 60 tahun sudah Hari HAM di peringati tapi banyak kejadian penyalahgunaan atau pelanggaran HAM yang terjadi. JAngan sampai nantinya pelanggaran HAM adalah suatu yang biasa, ini sangat memprihatinkan apabila itu terjadi, HAM akan tak ada artinya lagi.pelanggaran HAM yang berat adalah Genosida, perang yang dimaksudkan untuk menghancurkan sebuah suku,bangsa ataupun negara dengan membantai seluruh penduduknya.berikut pelanggaran HAM GenosidaGenosida Armenia
sebuah peristiwa sekitar Perang Dunia I (dari tahun 1915 - 1917) ketika menurut laporan beberapa pihak banyak orang Armenia dibantai oleh tentara kerajaan turki.
Turki sampai sekarang masih menyangkal adanya pembantaian atau genosida. Namun mereka mengakui bahwa memang terjadi kematian secara besar-besaran yang terjadi karena peperangan dan hal-hal yang bersangkutan seperti wabah penyakit dan kelaparan. Namun hal ini tidak terjadi secara sistematis.
Namun sebagian besar ilmuwan dari negara Barat dan Rusia menyatakan bahwa sebuah genosida pernah terjadi dan hal ini dilaksanakan secara sistematis oleh kaum Turki Muda. Sampai saat ini ada 22 negara yang mengakui adanya genosida ini.
Kekejaman Bangladesh 1971pembunuhan banyak orang di Bangladesh dan perlakuan tidak adil yang dilakukan oleh Tentara Pakistan selama Perang Kemerdekaan Bangladesh tahun 1971. Bangladesh menyebutnya genosida, tetapi, Fundamentalis Islam yang menguasai Pakistan tertawa dan menyebutnya "Kebohongan Bengal". Pemerintah Bangladesh dan beberapa organisasi indenpenden menyatakan bahwa antara 1 sampai 3 juta jiwa dibunuh dan 10 juta lainnya mengungsi ke India.Genosida Srebrenica
pembunuhan sekitar 8000 lelaki dan remaja etnis Muslim Bosniak pada Juli 1995 di daerah Srebrenica, Bosnia oleh pasukan Serbia Bosnia pimpinan Jenderal Ratko Mladić. Jenderal Mladic kini menjadi buronan internasional yang telah didapati bersalah karena genosida dan berbagai kejahatan perang lain di Yugoslavia. Pada 27 Februari 2007, Mahkamah Internasional menetapkan kejadian ini sebagai sebuah genosida. Selain pasukan Serbia Bosnia, pasukan paramiliter Serbia Scorpion (kalajengking) juga turut bersalah atas pembantaian ini.
Meskipun demikian, dalam keputusan Mahkamah Internasional tersebut disebutkan bahwa Serbia tidak bersalah atas tindakan genosida. Namun, MI tetap mengecam Serbia karena gagal mencegah ataupun mengadili pelaku pembantaian ini, sekalipun Serbia memiliki hubungan erat dengan militer Serbia Bosnia.
Menurut Komisi Federal untuk Orang Hilang, jumlah korban yang dikonfirmasi sampai saat ini mencapai 8.373 jiwa. Pembantaian Srebrenica dianggap secara meluas sebagai pembunuhan massal terbesar di Eropa semenjak Perang Dunia II. Ia juga merupakan kejadian pertama yang ditetapkan sebagai genosida secara hukum. Akibat bentuk kejadian ini, jumlah sebenarnya, butiran terperinci, dan sebab kejadian dipertikaikan sampai kini. Kejadian ini dianggap sebagai kejadian paling menakutkan dan kontroversial dalam sejarah Eropa modern pasca Perang Dunia II
belum lagi kejahatan perang di timur tengeh, antara Palestina dengan Israel yang tak berkesudahan, Israel membombardir dengan kejamnya, MOU demi MOU terus ditandatangani oleh kedua belah pihak ( Palestina-Israel ) tetapi tetap saja zionis - zionis ( Israel ) biadab itu mengacuhkan perjanjian itu, dan terus menerus menggempur wilayah Gaza. Anak kecil, perempuan, gedung sekolah, gedung Universitas Islam, masjid, rumah sakit, dan tempat - tempat sosial lainnya pun menjadi target dari serangan Israel, padahal dalam salah satu perjanjian disebutkan bahwa tempat - tempat sosial tadi tidak boleh menjadi sasaran dari wilayah serangan. Kecaman demi kecaman di keluarkan dari hampir seluruh penjuru dunia, baik dari timur tengah, asia, eropa, amerika latin, dan afrika muncul untuk MENGUTUK SERANGAN ISRAEL. Dewan Keamanan PBB pun mengutuk keras aksi serangan Israel, karena telah melanggar kesepakatan yang telah di buat, selain itu pula agresi Israel kali ini telah melanggar HAK ASASI MANUSIA, dan banyak yang mengatakan bahwa agresi ini merupakan SERANGAN TERBESAR ISRAEL terhadap Palestina. Demonstrasi demi domonstrasi pun hampir berkecamuk seluruh penjuru dunia, terutama di negara - negara Islam.Indonesia sendiri mengetuk keras aksi Israel ini, Indonesia tetap setia di jalur sebagai penengah antara perdamaian Palestina-Israel, dan ikut membantu dalam terbentuknya negara Palestina seutuhnya. Indonesia juga mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa obat - obatan senilai hampir Rp. 2 M, tetapi belum mengirimkan bala tentara perdamaian ke Palestina. Berbeda dengan Ormas - ormas Islam yang siap untuk mengirim bala relawan mujahid - mujahid yang rela mengorbankan nyawanya untuk membela Palestina, seperti FPI yang saat ini sudah membuka posko relawan yang mungkin akan mengirimkan banyak sekali mujahid ke Palestina. Reaksi keras juga bermunculan dari para Mahasiswa dan Pelajar, yang kemarin tgl 29 desember melakukan aksi di Bundaran HI Jakarta, menuntut tindakan tegas pemerintah terhadap Israel, dan menuntut kepada pihak Mesir untuk membuka akses menuju Gaza, untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Aksi solidaritas pun juga bermunculan di daerah-daerah seperti di Bandung, Yogyakarta, dll. Tindakan Reaktif pun muncul dari negara - negara Islam, terutama Iran yang denganjelas akan membantu Palestina melawan Israel, sungguh luar biasa keberanian Presiden Iran Ahmad Dinejad yang mengatakan akan membantu Palestina baik secara moril, materiil, maupun tentara untuk membantu Palestina.Lantas langkah apa yang harus kita lakukan untuk membantu Palestina dalam membentuk negara Palestina yang seutuhnya, dan membantu Palestina dalam menghadapi agresi militer Israel saat ini?
tiran nurani
ah aku mulai bosansetiap kejadian yang membuat berlinang air matabekali kali terjadi tak terhentisampai kering air mata dalam hatidarah selalu mengucur dengan mudahnyanyawa tak ada artinyabangkai siap di habisi burung nazaryang kehabisan liang kuburaku ingin semuanya berakhirdamai dan tentram segalanyayang tersisa hanyalah senyumanmenentramkan segenap insan jiwalinkrakyatselain kejahatan perang juga masih banyak lagi pelanggaran HAM yang lain, contohnya perbudakan, aspirasi yang dikekang, rasisme. semua hal-hal yang melanggar HAM harus dihapuskan, karena semua orang berhak untuk memperoleh persamaan haknya dengan yang lain, apakah itu dalam pekerjaan, penghidupan yang layak, lalu agama dan pendidikan. Kalau begitu adanya, maka kita sendiri yang harus menuntut hak kita, tetapi harus tetap di ingat bahwa jangan sampai kita merampas hak orang lain itu.
Diposkan oleh ABDI SAPUTRA di 09:28 0 komentar
Selasa, 2009 Januari 13