ziddu.com

Minggu, Juni 20, 2010

mimpi mati

aku masih mengenali kata-katamu kala itu, yang menjadi besar dan sangat ingin angkuh. keinginanmu yang ingin terlihat begitu mewah dihadapan yang lain, sehingga membuat kita semakin lalai. kemana kalian para bedebah pembebasan negeri, anak muda yang sungguh tak tahu diri. yang muluk untuk bermimpi namun lihatlah semua itu kini mati. aku sangat ingin menghajar kepalamu hingga kau bangun dari matimu, matimu yang membuat segalanya makin kacau dan tak menentu. kita bukan anak-anak lagi yang mesti bertengkar apa yang mesti kita lakukan, namun belajarlah untuk selalu bisa menunjukkan apa yang dapat kita perbuat.

Sabtu, Juni 19, 2010

gema vuvuzela

malam ini seperti biasa masih selalu berada dikandang dan tak kemana-mana, ditemani gaung terompet khas suku afrika yang cukup mengganggu pendengaran pemain yang bertanding di piala dunia kali ini. smangat bangsa hitam, ubahlah nasib dengan menjadikan hitam diatas putih. bravo

Jumat, Juni 18, 2010

malam sunyi

tak ada tempat untuk bersandar walau teman begitu terhampar, menapaki jejak sunyi sepi sendiri tanpa ada yang menemani. aku merindukan kehangatanmu walau tak ada satu katapun kan terucap ketika bertemu. sandaran yang begitu kuat belum memberi jawaban atas segala kegundahan hati, padahal harus bahkan memang untuk ku perbuat dan lakukan, namun ada sedikit asa ketika orang-orang yang setia dijalanku tak henti-henti berada diposisi siap siaga menopang segala kerapuhan langkahku. aku semakin melonjak dan keranjingan untuk meledakkan dunia, ketika dunia menutup matanya untukku yang serba lemah ini. aku semakin ingin untuk menunjukkan kepada dunia betapa berartinya aku diutus tuhanku namun bukan untuk aku berjalan mengadah congkak. wahai jiwa yang kuat dan setia pada jalan peradaban negeri ini, iringilah ku berjalan, menopanglah saat ku terlulai lemah tak berdaya, berkata saat salah dan khilaf memaksaku untuk berdosa, dan tangis saat ku tak mampu lagi menyembunyikan segala kegundahanku.

gelap terang

dengan berbagai pertimbangan politis dan remeh-temehnya pemerintah akan segera menaikkan tarif dasar listrik kembali, ditengah keadaan yang serba tak pasti untuk mengisi perut ini, entah rakyat menyadari atau enggan berkata lagi, karena berkata-kata pun akan percuma semakin mengindikasikan tingkat kemiskinan bertambah dan harga apapun termasuk yang berurusan dengan perut pasti juga melonjak. berdasarkan keadaan ini pula seharusnya pemerintah harus lebih berfikir lagi bagaimana mensejahterakan rakyatnya karena mereka dipilih dan ditugaskan untuk itu. alhasil pemerintah toh harga tarif dasar listrik tetap akan dinaikkan. pelayanan yang buruk serta masih basahnya lahan untuk merampok uang negara membuktikan bahwa betapa bobroknya negeri ini. reformasi pelayanan publik harusnya harus digencarkan karena bila tidak dilakukan maka terang gelapnya negeri ini semakin gelap

Kamis, Juni 17, 2010

KERETA MALAM

Menapaki jejak malam yang semakin suram, bertemankan besi baja dan lampu yang padam. Kutinggalkan kota singgahan yang tak bertepi, aku harus kembali lagi menuju kotaku, kota yang mempunyai sejuta misteri didalamnya. Ntah aku merasa sepi kali ini, namun ini yang kuinginkan untuk sesaat, kereta ini yang akan membawa kembali kekota itu. Aku melihat sejumlah manusia yang tak terlalu banyak, bersamaku menuju tempat yang ku tak tahu hendak mereka tuju. Baru saja sebelum roda-roda kereta ini berjalan, sebuah peristiwi yang takkan ku lupa, sebuah perjalanan penuh perjuangan yang harus ku tebus dengan penantian yang panjang. Pertemuan yang sejenak namun mengisyaratkan dalam benak, bahwa ia yang selalu ku nantikan. Roda-roda baja itupun telah berputar, dank ku harus meninggalkan kota itu, hanya setengah jam lamanya aku berada dikota itu, kota yang akan kurindukan dan akan selalu kunantikan. Malam terasa begitu pekat, angin menerpa begitu menampar sekujur tubuhku dan dinginpun terasa amat menyengat. Lalu-lalang pedagaang menjajakan dagangannya, serta hiruk pikuk suara sumbang para penyanyi jalanan silih berganti memekakan telinga, aku sempat menyaksikan persetubuhan suci dua insane, dua orang yang dibesarkan oleh jalanan dan pasti persetan akan norma dan kebenaran, cinta suci dua kebodohan yang pasti menggelayuti hati mereka, yang membawa mereka kedalam dunia yang mereka ciptakan sendiri, karena orang sudah tak peduli lagi akan mereka. Aku melihat Indonesia, melihatnya sangat dekat, bahkan teramat dekat. Hingga kukatakan pada setan-setan parlemen dan cecunguk istana bahwa kalianlah orang paling tidak suci yang menjual kesucian atas orang lain.

Minggu, Mei 30, 2010

metlit again

Abdi saputra

4115 08 3278

Pada hari ini kita akan berbicara tentang kisi-kisi instrumen, jika dalam sebuah penelitian ada dua variabel yang diteliti maka minimal kisi-kisi instrumennya juga dua jumlahnya. Pada kisis-kisi instrumen ini digunakan dua cara yaitu melalui test dan non test. Pada BAB II haruslah membuat suatu sintesis atau mensintesiskan dari teori-teori yang dicantumkan di BAB II, sintesis ini berisi tentang rangkuman dari berbagai pendapat ahli. Biasanya dalam sebuah penelitian kuantitatif selalu menggunakan kata denotatif.

Dalam rumusan instrumen, misalkan menggunakan test lalu testnya seperti apa dan test itu untuk siapa?. Jelasnya kita harus membuat pertanyaan dan juga pernyataan yang kegunaannya untuk menjaring variabel x dengan variabel y. Berikut adalah sistematika urutan rumusan instrumen :

no

Aspek/dimensi

indikator

Sub indikator

No.item











Dalam sebuah penyusunan laporan dilakukan dengan bimbingan, sehingga bila kita tarik definisi dari skripsi adalah sebuah karya akademik terbimbing. Instrumen penelitian terdapat pada pembimbing II. Namun dalam penyusunan seminar SPS belum ada pembimbingnya.

Kerangka berpikir adalah argumentasi peneliti berdasarkan teori dalam rangka pengajuan hipotesis. Misalkan x berhubungan dengan y.

metlit

Abdi Saputra

4115 08 3278

pada pembahasan hari ini kita akan berbicara mengenai data. data merupakan sebuah output dari penelitian yang kita teliti. data terbagi atas dua macam, yang pertama adalah data primer dan yang kedua adalah data sekunder. data primer dapat diartikan sebagai data yang didapatkan secara langsung dari sumber utama, contohnya observasi dan wawancara. sementara itu yang dimaksudkan data sekunder adalah data yang didapatkan tidak secara langsung. misalkan kita mendapatkannya melalui literatur maupun pustaka.

pembahasan lanjutan kita hari ini adalah bentuk data dalam sebuah penelitian. disini ada dua macam data, data kualitatif dan kuantitatif. data kualitatif biasanya berbentuk tulisan, baik narasi atau pendeskripsian peneliti dalam penelitiannya di lapangan. sementara kalau kita berbicara data kuantitatif biasanya berbentuk data statistik atau berbentuk angka-angka atau numerik.

Lalu kita beranjak ke instrumen penelitian. Instrumen penelitian mungkin sudah tidak asing lagi dalam pembahasan metlit, instrumen penelitian memiliki definisi yaitu alat pengukur atau alat yg digunakan dalam pengumpulan data. di penelitian kuantitatif setiap penelitian yang ada dalam kuantitatif tidak dapat teruji tingkat validitas atau reliabelitasnya jika alat yang digunakan tidak sesuai dengan apa yang diukurnya.

jika mengacu pada penelitian kualitatif, yang menjadi alat atau instrumen adalah si penelitu itu. peneliti dituntut keobjektifitasannya untuk mencapai tingkat validitas yang maksimal. Karena pada penelitian kualitatif tidak bermain ditataran angka sehingga nilai atau value yang diteliti tidak berbentuk data, jadi peneliti bertindak naratif disini.

dalam sebuah instrumen penelitin terbagi menjadi dua macam. yang pertama adalah bentuk tes dan yang kedua adalah non tes. Disini non test ada beberapa cara yang digunakan wawancara dan observasi sedangkan sifatnya yang test yaitu sifatn