ziddu.com

Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, Agustus 06, 2010

setelah padang bulan, cinta didalam gelaspun usai.

tak terasa hingga aku berjalan begitu jauhnya aku masih melihat jauh kebelakang dan tenggelam dalam kesunyiannya. mendera, mengiris dan mengikis sendi-sendi perasaan yang timbul tenggelam merenungi waktu. kau datang mengeringi jiwa dan pergi membanjiri air mata yang terlanjur bagaikan badai di musim kemarau, aku ingin mengenangmu lebih dalam, syahdu dan merasakan lebih dari lebih perasaan ini kepadamu, penuh pengharapan dan penuh jiwa besar bila engkau suatu saat harus meninggalkanku tanpa sebab.

mengingat apa yang aku baca setelah ini, padang bulan beserta cinta didalam gelasnya hirata, aku merasa malu tersipu dan tertipu tapi mau. aku melihat dan membaca pada kecemburuannya ketika wilayah de factonya mulai terasa di caplok oleh pihak yang tak sedikitpun merasa sok besar namun memang lebih dari segalanya. dengan kegilaan yang menjurus pada penjatuhan yang tidak manusiawi sekalipun akan dilakukan demi sebuah harga diri dan eksistensi. hebat,,, akupun pernah bahkan sering melakukan itu, cinta pun memakai rumus dasar politik yang dikenal kejam bahkan menyakitkan namun enak untuk dilanjutkan. sistem politik adalah mendapatkan kekuasaan dan mempertahankannya, begitupun masalah tentang cinta, mendapatkan cinta dan mempertahankannya dengan teramat sangat.

itulah sebuah dunia yang menarik untuk dimasuki namun mengiris dan menyakiti bila berada didalamnya, mungkin begitu banyak orang yang sangat kita inginkan, namun orang lain belum tentu menginginkan cinta, begitulah, cinta adalah media untuk menyakiti diri sendiri.

Minggu, Juli 25, 2010

Selasa, Juli 13, 2010

hari sepi

suasana kampus yg seminggu sangat sepi dimana gw hanya sendirian tidur di sekret BPM sekarang ramai sampah karena mahasiswa pada ngambil semester pendek,,

Jumat, Juli 09, 2010

aku berbicara tentang soe

kembali lagi membaca seluruh isi kepala dan sepemggal kisah dari soe membuat saya teramat prihatin sekaligus berkaca pada diri sendiri. seorang hebat seperti dia, sehat pemikirannya dan suci pragmatismenya dia sangat membuat saya kagum, dan terutama kisah hidupnya dan tak banyak tentang cintanya, mungkin ia sudah pernah jatuh hati pada seorang gadis namun pilu kisahnya dengan selalu jawaban yang dia terima dari keluarga sang wanita, "soe kamu memang baik, tapi tidak untuk menjadi keluarga kami" mungkin pemikiran orang tua dari wanita tersebut dengan berbagai pertimbangan dengan perbedaan keyakinan, suku atau kebudayaan dan yang terpenting adalah begitu membahayakan seorang soe karena kritiknya yang sangat frontal terhadap pemerintahan dulu sehingga membuat ia banyak musuhnya. kematiannya begitu tragis, terjebak gas racun di angkuhnya mahameru semeru, mati beralaskan kerikil bebatuan dan berselimut udara dingin dan malam yang pekat.

jiwa-jiwa yang luka

waha jiwa yang pedih hatinya,
serta pilu dan tak menentu perasaannya.
dan ketika goyah keyakinannya,
bahkan tak dapat berjalan lagi perjuangannya.

sebaiknya aku mengutip lirik lirih dari sebuah lagu,
lagu yang mengiris jejak langkah sepinya sebuah hati
"dia berbisik lirih padaku,
pergilah jika engkau mau.
disini bukanlah tempatmu,
kejar semua mimpimu, tentangku"

lagu pengiring syahdu nan pilu,
atau benar kami adalah generasi-generasi patah hati,
cepatlah pergi musim gugur, dan datanglah musim semi,
jangan ada lagi yang perlu terluka

Rabu, Juli 07, 2010

tragis,,3=1

hari ini gw kaget mendengar kabar dari sahabatku hanoy, sesudah kami berjalan mengambil promosi sebuah produk minuman di persimpangan jalan antara gedung G dan kantin dharma kampus, dia berujar "baru putus udah ada yang ngedeketin." apa???gw sangat kaget mendengarnya, kenapa bisa?? akhirnya dia bercerita bahwa sang abi memberi dua pilihan putus atau nikah,,gila!!! dia ga mungkin nikah muda sehingga memilih jalan putus, hmm tragis memang 3tahun lamanya kebersamaan harus berakhir dengan dua pilihan plus satu hari yang menentukan.

sebenarnya hampir sama nasib gw, menggantung tak tahu arah sedangkan ujung dari perjalanan ini bisa jelas untuk ditebak, dia meminta maaf jarang balas sms dari gw, dan akan menjelaskan namun tetap kapan-kapan. ada hal yang menguntungkan disini, kapan-kapan membuat gw jauh lebih ada sedikit waktu dekat dengannya walau tahu kapan akan berakhir juga, entah cepat atau lambat kata-kata nan syahdu dan pilu itu akan keluar dari mulut kecilnya namun pasti menusuk ke sumsum otak syaraf hingga kejang-kejang mungkin, dan nampaknya tak mudah bagiku untuk tetap berdiri tegak bak seorang ksatria yang kalah dari perang namun tetap berjiwa besar. dan kata-kata sakti itu gw prediksi tak jauh mungkin dekat maknanya yaitu, maaf tolong jauhi saya!

Selasa, Juli 06, 2010

keluh kesah

hari ini aku kembali menyaksikan dan pula harus menyaksikan orang-orang yang berkeluh kesah, tak henti kata-kata itu masuk silih berganti ditelingaku yang sudah cukup merah ini. dan kali ini seperti biasa pengamen orasi berujar membuat saya emosi dan jelas mengutuki hingga membuat was-was kami penumpang bus pagi itu. mereka berteriak tak terima mendapatkan nasib yang mereka sesali ini, aku rasa mereka cukup bodoh bahkan teramat bodoh, bung kota ini tak mengundangmu sama sekali dan engkau datang dengan sendirinya, apakah pantas engkau berteriak mengutukinya? lihatlah lebih dalam jakarta ini agar kau seharusnya tak tertipu bahkan merasa ditipu olehnya.

Senin, Juli 05, 2010

penghargaan

penghargaan adalah sebuah kata yang tak asing lagi ditelinga kita. sebuah kata yang melukiskan sebuah kata nyata yang diungkapkan atas keberhasilan orang atas karya fenomenalnya. aku berfikir bila kata sebuah penghargaan atau sebuah trofi piagam tidak disempitkan pada keadaan yang sempit, pastilah dengan kesungguhan dan keyakinan yang sangat teramat sangat dinegeri kita banyak orang yang mendapatkan penghargaan itu.
aku ingin memberikan kepada bapak-bapak yang telah menyekolahkan anaknya dan menghidupi keluarganya dengan cara yang halal maupun terpaksa mengambil jalan haram. lalu aku juga ingin memberikan penghargaan kepada gelandangan yang sering tidur lelap didepan toko parfum langganan saya yang bisa bertahan hidup hingga saat ini. lalu tak lupa pada anak-anak penjaja koran harian pagi yang beritanya tak karuan bohongnya dan banyak unsur kepentingan politik. kepada guru-guru yang selalu datang sangat pagi dan selalu makan hati dengan upah dan anak murid yang sering disumpah mati. kepada wakil rakyat yang telah membelot terhadap suara bulat fraksinya ketika putusan rapat membohongi hati yang suci, walau siap-siap untuk di recall atau diberhentikan dengan segala kerendahan kehormatan. dan kepada seluruh anak bangsa yang masih setia meneriakkan hidup rakyat Indonesia!!!

Kamis, Juli 01, 2010

aku menyebutnya si_hk

mungkin sudah lebih dari sepuluh hari aku tak menemuinya, baik sebentar saya akan saya koreksi. yang benar adalah sudah sepuluh hari aku tidak bertemu dengannya, bukan aku yang ingin tak bertemu dengannya, aku sangat ingin, bisa jadi lebih dari sangat ingin. lalu apa? yah kadang semua tak bisa dijelaskan dengan logika, teori dari berbagai ahli yang telah melakukan riset dan penelitian lebih dari sejuta orang dan lebih dari ribuan orang. aku merasa kau melupakanku, ah tidak pasti kau menghindar, hmm...baiklah aku berbaik sangka kali ini padamu,,,tapi aku masih bertanya akan perasaanmu padaku..sudahlah aku harus seperti biasa, menyerahkan segala sesuatunya dan tak perlu ambil pusing hingga akau kurus kering kerontang. banyak hal yang ingin kutunjukkan padamu, namun maaf semuanya belum bisa aku ungkapkan seluruhnya, karena aku tahu keadaannya.

sekapuur sirih peradaban

aku menyusuri relung waktu yang tersisa, kini waktuku akan habis masanya. namun perjuangan belum juga usai dan semuanya belum menghasilkan buah apapun darinya. kita harus lebih giat lagi, giat berkarya dan berjuang dan engkaupun giat menyemangati kami dan mengingatkan kami. bukankah sudah kukatakan tempo itu, bahwa perjuangan ini milik bersama, pemikiran bersama dan lelah dalam kebersamaan. apakah kau tak merasa memiliki negeri ini sehingga membuatmu tampak bodoh dan dungu didepanku. aku inginkan kamu kawan, bukan untuk mati bersama melainkan engkau berjuang bersamaku atas nama negeri ini, dan keberhasilannya akan kau capai bila sungguh-sungguh. tidakkah mengasikkan bila hanya menjadi seorang pengamat atau saksi sejarah, tak irikah engkau nantinya banyak penulis mendatangiku dan berebut meminta segala sesuatu tentangku hingga aku merasa telanjang dan berarti bagi semua orang?
renungkanlah

Ulang tahun Bank Indonesia

hari ini saya berjalan mencari kesibukan hendak ke mahkamah konstitusi, dan saya pun menulis blog ini di mahkamah konstitusi. sekitar jam 9 pagi saya melewati gedung nan indah dan mewah milik rakyat Indonesia, yaitu bank Indonesia. bank Indonesia ternyata sedang berulang tahun, semoga ulang tahun bank sentral kita ini selalu membawa kesehatan ekonomi bagi bangsa ini

Selasa, Juni 29, 2010

arah

aku yang berjalan tanpa arah, lelah mengikuti tapak ini semakin parah. perjalanan kala itu berasal dari sebuah stasiun yang memiliki sejuta cerita sejuta kenangan dan sejuta kesedihan, hidup begitu seimbang ada kesedihan dan ada yang sengaja menciptakan kebahagiaan walau itu sesaat namun tetap aku maknai dengan sangat bijaksana dan tak terbawa arus perasaan yang semakin dalam dan tertanam.

BOGOR +256

aku yang berjalan tanpa arah, lelah mengikuti tapak ini semakin parah. perjalanan kala itu berasal dari sebuah stasiun dibilangan pasar minggu, aku menuju sebuah kota penuh harapan menaiki sebuah dinding besi baja. meluncurlah si ular yang ternyata penuh sesak dengan manusia menuju kekota harapan itu. banayak hal yang aku pelajari dari perjalanan ini, yaitu jangan sekali-kali melangkah tanpa arah bila tidak ingin lelah dan sampai pada tujuan yang sungguh. sesampai dikota harapan itu tak banyak hal yang aku lakukan karena aku juga bingung untuk kemana. karena tujuan pada hari ini adalah menaiki kereta listrik itu.

"politik adalah tugas sedih : menegakkan keadilan di dunia yang berdosa"

Jumat, Juni 25, 2010

matinya nurani

aku berjalan memutari langit kegelapan, bersandarkan kepiluan alam semesta, mencoba bangkit dalam keterpurukan hati. mengiba pada kebisuan kata. dan terpuruk didalam hampa.

Kamis, Juni 24, 2010

kembali

setelah sekian hari tak menulis aku merasa rindu pada diriku. 3 hari lamanya berlibur di cisarua bersama pkn reg 08 membuat batin terasa teriris, kau goreskan dgn kebanggaan bahwa ku telah mengenal kalian kawan, dan aku mempunyai impian kita bersama lagi di 2014 nanti. salam hangat dalam kebersamaan

bersatulah

Minggu, Juni 20, 2010

mimpi mati

aku masih mengenali kata-katamu kala itu, yang menjadi besar dan sangat ingin angkuh. keinginanmu yang ingin terlihat begitu mewah dihadapan yang lain, sehingga membuat kita semakin lalai. kemana kalian para bedebah pembebasan negeri, anak muda yang sungguh tak tahu diri. yang muluk untuk bermimpi namun lihatlah semua itu kini mati. aku sangat ingin menghajar kepalamu hingga kau bangun dari matimu, matimu yang membuat segalanya makin kacau dan tak menentu. kita bukan anak-anak lagi yang mesti bertengkar apa yang mesti kita lakukan, namun belajarlah untuk selalu bisa menunjukkan apa yang dapat kita perbuat.

Sabtu, Juni 19, 2010

gema vuvuzela

malam ini seperti biasa masih selalu berada dikandang dan tak kemana-mana, ditemani gaung terompet khas suku afrika yang cukup mengganggu pendengaran pemain yang bertanding di piala dunia kali ini. smangat bangsa hitam, ubahlah nasib dengan menjadikan hitam diatas putih. bravo

Jumat, Juni 18, 2010

malam sunyi

tak ada tempat untuk bersandar walau teman begitu terhampar, menapaki jejak sunyi sepi sendiri tanpa ada yang menemani. aku merindukan kehangatanmu walau tak ada satu katapun kan terucap ketika bertemu. sandaran yang begitu kuat belum memberi jawaban atas segala kegundahan hati, padahal harus bahkan memang untuk ku perbuat dan lakukan, namun ada sedikit asa ketika orang-orang yang setia dijalanku tak henti-henti berada diposisi siap siaga menopang segala kerapuhan langkahku. aku semakin melonjak dan keranjingan untuk meledakkan dunia, ketika dunia menutup matanya untukku yang serba lemah ini. aku semakin ingin untuk menunjukkan kepada dunia betapa berartinya aku diutus tuhanku namun bukan untuk aku berjalan mengadah congkak. wahai jiwa yang kuat dan setia pada jalan peradaban negeri ini, iringilah ku berjalan, menopanglah saat ku terlulai lemah tak berdaya, berkata saat salah dan khilaf memaksaku untuk berdosa, dan tangis saat ku tak mampu lagi menyembunyikan segala kegundahanku.

gelap terang

dengan berbagai pertimbangan politis dan remeh-temehnya pemerintah akan segera menaikkan tarif dasar listrik kembali, ditengah keadaan yang serba tak pasti untuk mengisi perut ini, entah rakyat menyadari atau enggan berkata lagi, karena berkata-kata pun akan percuma semakin mengindikasikan tingkat kemiskinan bertambah dan harga apapun termasuk yang berurusan dengan perut pasti juga melonjak. berdasarkan keadaan ini pula seharusnya pemerintah harus lebih berfikir lagi bagaimana mensejahterakan rakyatnya karena mereka dipilih dan ditugaskan untuk itu. alhasil pemerintah toh harga tarif dasar listrik tetap akan dinaikkan. pelayanan yang buruk serta masih basahnya lahan untuk merampok uang negara membuktikan bahwa betapa bobroknya negeri ini. reformasi pelayanan publik harusnya harus digencarkan karena bila tidak dilakukan maka terang gelapnya negeri ini semakin gelap

Kamis, Juni 17, 2010

KERETA MALAM

Menapaki jejak malam yang semakin suram, bertemankan besi baja dan lampu yang padam. Kutinggalkan kota singgahan yang tak bertepi, aku harus kembali lagi menuju kotaku, kota yang mempunyai sejuta misteri didalamnya. Ntah aku merasa sepi kali ini, namun ini yang kuinginkan untuk sesaat, kereta ini yang akan membawa kembali kekota itu. Aku melihat sejumlah manusia yang tak terlalu banyak, bersamaku menuju tempat yang ku tak tahu hendak mereka tuju. Baru saja sebelum roda-roda kereta ini berjalan, sebuah peristiwi yang takkan ku lupa, sebuah perjalanan penuh perjuangan yang harus ku tebus dengan penantian yang panjang. Pertemuan yang sejenak namun mengisyaratkan dalam benak, bahwa ia yang selalu ku nantikan. Roda-roda baja itupun telah berputar, dank ku harus meninggalkan kota itu, hanya setengah jam lamanya aku berada dikota itu, kota yang akan kurindukan dan akan selalu kunantikan. Malam terasa begitu pekat, angin menerpa begitu menampar sekujur tubuhku dan dinginpun terasa amat menyengat. Lalu-lalang pedagaang menjajakan dagangannya, serta hiruk pikuk suara sumbang para penyanyi jalanan silih berganti memekakan telinga, aku sempat menyaksikan persetubuhan suci dua insane, dua orang yang dibesarkan oleh jalanan dan pasti persetan akan norma dan kebenaran, cinta suci dua kebodohan yang pasti menggelayuti hati mereka, yang membawa mereka kedalam dunia yang mereka ciptakan sendiri, karena orang sudah tak peduli lagi akan mereka. Aku melihat Indonesia, melihatnya sangat dekat, bahkan teramat dekat. Hingga kukatakan pada setan-setan parlemen dan cecunguk istana bahwa kalianlah orang paling tidak suci yang menjual kesucian atas orang lain.